Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Februari 2020

Tiga Cara Jitu Mendapatkan Buku Favorit Tanpa Harus Keluar Uang Sama Sekali (Tips Keluar dari Mental Gratisan)



Foto Dokpri
Hai, selamat siang, teman-teman. 
Sambil sharing di dua grup wa tadi pagi, saya menulis ini nih. Sepertinya cocok dibaca emak-emak ya, hihi. 
Beberapa Minggu yang lalu, saya membaca sebuah postingan di sebuah grup penulisan terkenal di seantero Facebook. Seorang Ibu rumah tangga muda curhat, katanya suka kesel kalau ada Author yang membukukan karyanya saat sedang asyik-asyiknya dia jadi pembaca setia. Kebetulan kan di grup itu, setiap hari para penulis yang jumlah puluhan ribu itu menulis ceritanya. Ceita di sana,  bisa dibaca secara gratis oleh semua member, yang tujuan sebetulnya meminta kritik dan saran. Nah, si Emak muda ini suka membacanya setiap hari, karena lumayan katanya hiburan gratisan.
Ketika tinggal beberapa part lagi menuju ending, biasanya Author akan menghentikan hiburan gratis itu, karena mau diterbitkan jadi novel. Ya bener la ya, kan setiap penulis ingin ceritanya jadi buku. Setelah jadi buku kan bisa dijual dan mendapatkan keuntungan. Memang wajar sikap penulis tersebut, mengingat setiap orang yang berkarya, pada umumnya ingin mendapatkan keuntungan.
Karena hal tersebut, si Emak muda itu meradang hatinya. Hiburannya hilang, dan katanya untuk beli novelnya dia tidak memiliki uang. Makanya sekarang dia katanya ogah-ogahan hanya sekadar untuk like karya saja di sana. Takut PHP katanya. La dalah, mak emak, apa susahnya sih nyenengin teman yang berkarya sedikiit saja? Mungkin tak berarti satu like saja bagi emak, tapi bagi si penulis bisa meningkatkan semangatnya untuk terus menulis atau melanjutkan ceritanya.
Nah, emak-emak emang pada dasarnya paling suka yang gratis sih, tak bisa dipungkiri, ya kan? Kalau ada yang gratis, kenapa mesti bayar, begitu semboyannya.
Tapi Mak, sebetulnya bisa lo emak mendapatkan buku teman emak itu secara gratis, asal tahu caranya.
Supaya emak tetap elegan mendapatkan buku gratis tis, emak bisa melakukan beberapa upaya di bawah ini. Yaah, diperlukan sedikit upaya sih, dan saya kira jika sungguh-sungguh hasilnya bahkan bisa menambah uang jajan anak lo. Tapi, cara ini bisa membuat jati diri emak tidak tercabik lo dengan sebutan mental gratis. Siapa sih yang ikhlas dibilang mental gratisan?
Mau tahu nggak caranya? Pastinya ya.
1.     Menjadi Reseller
Biasanya kan penulis buku akan menjual bukunya. Pada ummnya mereka membuka masa Pre Order, apalagi jika terbitnya di penerbit Indie sudah pasti ada masa Open Pre Order. Nah, emak bisa mendaftarkan diri menjadi reseller. Menjual bukunya, missal dapat 10 ribu dari harga buku 100.000. Dengan membantu jualan 10 eks saja, emak sudah bisa memegang buku favorit karya teman emak.
Syaratnya tentu saja harus ada kemauan untuk promosi. Jika saya boleh bercerita, ada lo teman-teman yang jadi reseller buku, mendapatkan uang yang cukup lumayan.
2.    Ikutan Give Away
Penerbit atau penulis, ada kalanya membuat give away untuk menarik minat pembeli. Emak ikutlah, mana tahu beruntung kan. Teman saya banyak yang mendapatkan buku dari hanya ikutan give away ini. Syarat ikut give away adalah harus benar-benar dibaca dan dilakukan perintahnya. Buatlah jawaban yang antimainstream jika berupa pertanyaan.
3.    Menjadi Buzzer atau Endorser
Kalau poin ketiga adalah, kalian bisa menerima jasa buzzer atau endorse. Buzzer di facebook atau ig, dibayar cash. Jadi emak bisa mengiklankan buku teman secara berkala sesuai kesepakatan, dan dibayar sesuai perjanjian. Kalau endorse, biasanya meminta review di blog atau di media sosial. Bukunya diberikan secara gratis dong.
Tuh kan, jika emak mau sedikit usaha, sebetulnya mudah saja mendapatkan novel teman dengan tiga cara di atas. Bahkan, emak pun bisa mendapatkan uang lebih daripada sekedar mendapatkan novel gratis.
Jangan mau memiliki mental gratisan, apalagi masih memiliki anggota badan yang berfungsi dengan baik. Pergunakan segala potensi diri kita untuk hal-hal positif, sebagai bukti syukur kita pada Tuhan.
Selamat pagi dan selamat beraktifitas.



Rabu, 22 Januari 2020

5 Tips Jitu Agar Lolos dalam Seleksi Penulis Gerakan Literasi Nasional (GLN)



Apa sih Gerakan Literasi Nasional (GLN)? Jika kalian penulis,  terutama penulis buku anak pasti tahu apa itu GLN. Karena setiap tahun sejak tahun 2017, pemerintah khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan event ini dengan tujuan pengadaan buku-buku berkualitas untuk anak-anak Indonesia dari jenjang Paud hingga SMA. 

Sebagaimana kita ketahui bersama, sejak tahun 2016 pemerintah mulai menggencarkan program Gerakan Literasi Nasional. Apalagi sejak adanya sebuah survey yang menyatakan bahwa negara Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari puluhan negara dengan minat baca paling rendah. 

Cara Penjaringan Penulis

Biasanya, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Jakarta, akan terlebih dahulu menjaring calon penulis untuk menuliskan buku bagi anak-anak Indonesia. Setelah itu, barulah bermunculan lomba-lomba GLN di daerah (provinsi). Pengumuman penerimaan calon penulis biasanya dilakukan lewat media sosial dan website. 

Seleksi calon penulis di Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan pada awalnya (tahun 2017-2018) semua peserta mengirimkan karya/buku (buku dummy) untuk dinilai. Setelah dinilai, barulah diadakan pertemuan penulis bagi yang lolos. Tetapi pada tahun 2019 kemarin berbeda. Tahun lalu di mana saya adalah salah satu yang lolos, penulis hanya mengirimkan sinopsis lengkap dan 5 eks buku yang pernah diterbitkan. 

Sementara itu, di tingkat provinsi masih memakai metode yang sebelumnya, yaitu penulis diwajibkan mengirimkan karya sudah jadi dalam bentuk dummy. Untuk tahun ini, kita tunggu saja pengumumannya ya. 

Nah, banyak yang bertanya pada saya bagaimana agar lolos GLN? Saya pun berupaya merangkumnya versi saya tentunya ya. Jadi kalau beda, ya boleh-boleh saja. 

1. Bergaullah dengan penulis senior

Ini serius, terutama bagi penulis pemula yang ingin ikut daftar. Mengingat para senior inilah yang biasanya memiliki informasi terlebih dahulu jika sudah ada pengumuman. Jika kalian sudah kenal juga bisa bertanya yang tidak dipahami. Karena banyak kok senior yang baik alias mau menjawab pertanyaan junior sepanjang pertanyaannya nggak aneh ya. Ini pengalaman saya, di mana sebelumnya nggak pernah tahu apa itu GLN? Karena bergaul dengan penulis senior (berteman di medsos), akhirnya tahu dan mulailah mencoba daftar hingga lolos. 

2. Baca dengan Teliti Pengumumannya dan Taati

Setelah ada pengumuman, kalian bisa membaca dan menelitinya dengan seksama. Baca dan teliti kalau perlu tulis yang bagian pentingnya, agar tidak lupa. 

Apa saja yang harus diperhatikan? Tentu saja persyaratan, ketentuan dan yang penting deadline. Jangan lupa juga alamat pengiriman buku maupun alamat email untuk pengiriman karya kita (soft file). 

Dalam perjalanan pembuatan karyanya. kalian harus benar-benar mengikuti teknis atau aturan mainnya. JIka misalnya mengharuskan memakai jenis huruf sans serif atau huruf lainnya, ya harus pakai itu. Intinya taati semua aturan mainnya. 

3. Segera Bertindak 

Jika seleksinya meminta dalam bentuk karya, maka segeralah atur strategi pembuatan karya sesuai dengan kriteria dan persyaratannya. Jangan menunda. Segera cari ilustrator yang mau diajak  bekerjasama. Buatlah naskah sesuai syarat dan kriteria, jika meminta harus bermuatan lokal ya segera lakukan survey kecil-kecilan. Tetapkan mau ambil mulok apa dan masukkan dalam cerita anak. 

Jika panitia hanya meminta sinopsis, ya tinggal kirim sinopsis lengkap dari awal cerita hingga akhir. Ikuti semua syarat dan ketentuannya. 

4. Perhitungkan Waktu Pengerjaan hingga Deadline

Karena menulis cerita anak butuh banyak waktu, terutama soal ilustrasinya, makanya harus benar-benar diperhitungkan agar tidak melebihi deadline yang telah ditetapkan. Silakan berkonsultasi dengan calon ilustratornya. Kadang ada ilustartor yang full pekerjaan, tapi tetap bersedia mengerjakan, penulis kudu pastikan DL-nya beberapa hari sebelum deadline lomba. Karena kan kita juga butuh waktu untuk mencetak, menjilid dan mengirimkannya. Mending kalau digital printnya banyak di kota kalian, lah kalau cuma satu, kan antrinya minta ampun. 


5. Teliti lagi sebelum kirim 

Ketika karya sudah siap kirim sesuai ketentuan, jangan lupa untuk mericek kembali syaratnya. Siapa tahu ada file yang tertinggal dan belum dimasukkan ke dalam persyaratan. 


Nah, itu dia tips agar lolos dalam seleksi Penulis Gerakan literasi Nasional (GLN) versi saya. Semoga ada manfaatnya ya. 

Ingat, tugas kita hanya berusaha semaksimal mungkin, lolos alhamdulillah. Tidak juga tetap legowo, jadikan pengalaman untuk lolos di tahun berikutnya. Semoga berhasil!



Selasa, 16 Oktober 2018

Inilah 7 Tips Jitu yang Wajib Dilakukan oleh Penulis Pemula Agar Sukses!





Halo Gaesss... selamat pagii... happy weekend ya...

Banyak penulis pemula yang bertanya kepada saya, maupun ke teman saya yang lebih senior di bidang menulis, bagaimana sih tips jitu menjadi penulis sehebat atau sekeren Mbak A (penulis idolanya)? Kok bisa sih langsung cetar begitu dalam waktu cepat? Acc sana sini, terbit sana sini, siapa yang tidak mau coba! 

Berdasarkan pengalaman yang masih seuprit, saya akan  memberikan sedikit rahasianya agar kalian cepat naik kelas dan mulai mendapatkan kesuksesan pertama kalian. 

Apa sih rahasianya? 



Gaess, menulis itu mudah, anak SD-pun bisa melakukannnya. Tetapi membuat tulisan yang disukai dan diminati penerbit itu tak mudah. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan, motivasi, belajar terus menerus hingga akhirnya kamu tahu banyak hal. Buka mata, buka telinga, baca dan serap berbagai ilmu yang mungkin kamu dapat di mana saja. Follow akun penulis senior, masuk di grup kepenulisan, karena di sana acapkali ada materi gratis lo untuk para pemula. 


Kok bisa sih Mbak itu lagi Mbak itu lagi yang diterima naskahnya di penerbit? Aku kapan dong?
Hai Gaess, ketahuilah bahwa seorang penulis senior pun pernah junior, pernah terseok-seok, pernah dibully bahkan ditipu, sering ditolak, dan berbagai ketidaknyamanan lainnya. Mereka yang saat ini kamu lihat sebagai orang yang hebat dan ngetop, dahulunya sama kerasnya berjuang bahkan mungkin lebih keras lagi dari kita. 

Mau cepat mendapat hasil? Yuk simak tips jitunya di bawah ini. Ini sudah saya praktikan sendiri dan alhamdulillah berhasil. 

1.Nikmati prosesnya

Semalam mengikuti sharing dari penulis buku nonfiksi religi, beliau juga seorang Ustad. Beliau menuturkan bahwa naskahnya diterima oleh penerbit hanya dalam waktu 30 menit saja. Sampai-sampai temannya tidak percaya. Ya, beliau bilang bahwa dibalik 30 menit itu ada dua tahun lamanya dia belajar merangkai kata hingga menjadi tulisan yang ciamik. Dua tahun konsisten. Kamu baru berapa bulan? Sudahkan konsisten belum? Beliau melalui proses dengan menikmatinya. Tidak ada keluhan, semuanya dilakukan dengan ikhlas. Dan, hasilnya pun tak sia-sia. 

2. Baca

Ya, baca ibarat amunisi bagi seorang penulis. Dia akan mudah menulis jika di kepalanya sudah banyak ilmu yang diserap. Membaca buku apa saja tentu akan memperkaya wawasan kita yang tentunya akan berpengaruh pada fase mencari ide atau gagasan. Dengan membaca juga membuat tulisan yang kita buat tak akan mentok (stuck), karena kita telah memiliki banyak stok ide di kepala. Masih males baca?

3. Memiliki "Dapur" yang Komplit

Menulis tentu saja akan membutuhkan banyak referensi apalagi untuk tulisan nonfiksi yang notabene tidak boleh ngarang. Jika kita memiliki dapur (perpustakaan) yang komplit tentu memudahkan kita untuk menulis. Milikilah buku-buku referensi yang akan menunjang tulisanmu. Beruntung bagi kamu yang sudah memiliki dapur yang komplit dan rajin baca. Kamu hanya perlu sedikit usaha lagi.

4. Konsisten Berlatih

Hai hai, kamu! Iya kamu! Menulis membutuhkan proses. Seseorang yang konsisten berlatih tentu akan memiliki tulisan yang lebih baik dan enak dibaca daripada yang tidak pernah latihan. Menulis selain membutuhkan ilmu, juga membutuhkan kedisiplinan. Yang paling paham kondisi kamu ya kamu sendiri, maka buatlah jadwal menulis sesuai dengan waktu yang kamu bisa dan cobalah untuk konsisten.

5. Ikut Training kepenulisan

Nah, jika kamu memiliki uang, ikutlah kelas menulis dengan genre yang kamu minati. Tidak perlu mahal, sesuaikan dengan budget kamu. Setelah ikut kelas menulis, maka saatnya kamu mengamalkan ilmu alias praktik. Ingat, PRAKTIK! (pakai pengeras suara). Suka menyayangkan saja sama teman yang hobi ikut kelas menulis, tapi tidak pernah praktik! Sayang atuh ilmunya. Percayalah, jika kamu benar-benar praktik dari satu training saja yang kamu ikuti, maka pasti akan mendapatkan hasil. Pasti! Saya sudah membuktikannya lo. 

Rekomendasi training yang bisa kamu ikuti : genre anak (Winner Class Kang Ali Muakhir, Wonderland Family, Kurcaci Pos, Kulwap Watiek Ideo, Permen Uni Dian, dll), Fiksi dan Novel (Cloverline Creative, MDP-nya Kak Rosi Simamora, Kelas Mabk Achi TM, Kelas Ary Nilandari, dll) dan masih banyak lagi training online yang bisa kamu ikuti. Jangan pelit kalau mau bisa, harus berani bayar. 



6. Jangan Baper

Ketika berproses, adakalanya kamu menemukan ketidaknyamanan ketika dikritik. Buka mind set kamu, camkan dalam otak bahwa kritik yang kamu anggap pedas itu sebetulnya untuk kebaikan kamu. Banyak penulis pemula yang ogah-ogahan dikritik, padahal dengan kritik kita jadi tahu dimana letak kesalahannya dan segera memperbaikinya. Terima kritik dan jadikan itu pelajaran untuk karyamu agar lebih baik.

Bagaimana akan tahu letak kesalahannya jika di kasih masukan aja nggak terima? Ya kan?

Tapi, tidak perlu pedas begitu kelesss! 
Haaaii, setiap orang memiliki style sendiri dalam mengkritik. Jangan baper dong kalau mau maju.  
Saya pernah merasa terharu ketika ada seorang peserta training cerpen yang saya kasih krisan (kritik dan saran) mengatakan bahwa gara-gara saya yang sedikit galak waktu itu (sedikit ya), dia jadi belajar banyak. Endingnya kini, cerpennya dipuji oleh sang mentor. Mantap kan?
Beda lagi cerita kalau dia dulu sebel dan ngedumel lalu berhenti menulis. 

7. Mencari Bukan Menunggu

Ini maksudnya buat kamu yang ingin mencoba peruntungan mengirim ke penerbit. Jadi intinya kamu harus mencari tahu bukan menunggu kesempatan. Kamu harus aktif mencari informasi baik itu ke sesama penulis yang sudah senior maupun ke penerbit sendiri. Jadilah orang yang SKSD di jalan yang BENAR. Gimana itu maksudnya ya? Ya gitu deh, silakan artikan sendiri.


Gaes, itulah sedikit cuap-cuap dari  saya tentang tips jitu untuk penulis pemula agar mulai mendapatkan kesuksesan pertamanya. Saya juga yang masih terus belajar dan akan terus begitu. Jika ada pengalaman lain yang kalian punya, boleh tulis dikomentar ya. Semua penjelasan di atas adalah hasil dari pengalaman dan pengamatan saya, maafken jika ada salah-salah kata. Doakan agar buku-buku saya segera terbit, supaya bisa berbagi pengalaman lagi pada kalian ya. 

Teruslah menulis dan terus upgrade tulisanmu!






Sabtu, 28 Juli 2018

5 Tips Sukses Memenangkan Lomba Menulis di Penerbit Mayor, Nomor 5 Penting Banget!

Pic from google


Hai hai selamat pagi...

Pagi-pagi udah nulis tips aja. Nggak apa-apa ya, daripada nonton gosip. 

Saya memang masih penulis biasa sih, tapi walau begitu, boleh kali ya sedikit berbagi. Saya hanya ingin berbagi seuprit pengalaman saya saja dalam hal menulis terutama untuk lomba baik itu lomba di penerbit mayor maupun Indie.


Sebagaimana kita ketahui bahwa banyak sekali lomba-lomba yang diselenggarakan oleh penerbit, baik penerbit Indie maupun Mayor. Saya memulai menulis memang dari ajang lomba-lomba. Bukan apa-apa sih, bagi saya ikut lomba dpat dijadikan sebagai tolak ukur mengukur kemampuan. Jadi istilahnya sudah sejauh mana kemampuan kita setelah belajar dan belajar. Nah ketika mengikuti lomba dan menang, percaya diri pun kian meningkat.

Pertama kali saya ikut lomba itu di penerbit Indie, tepatnya lomba cerpen Jejak Publisher sebagai peserta terbaik (maksudnya yang masuk dibukukan) belum juara ya. Lalu fiksimini di penerbit yang sama juga masuk sebagai peserta yang dibukukan, lalu terakhir ikut lomba kisah inspiratif dan alhamdulillah menang juara dua (dapat voucher penerbitan dan pulsa hehehe).

Setelah menjajal di penerbit indie, saya belum puas dong. Maka untuk mengetahui apakah saya sudah cukup oke, saya harus naik tingkat. Maka saya pun ikutlah lomba menulis di penerbit mayor yang artinya saingannya pun lebih bejibun. Pertama kali ikut lomba di penerbit mayor adalah saat ikut sayembara menulis di Penerbit Wahyu Qolbu. Saya ikut beberapa kali, tetapi gagal!

Saya tak menyerah dong, masa anak baru kemarin sore menyerah? Kan gak lucu.
Dengan mencermati karya orang lain, saya pun nekat ikut lagi lomba di penerbit yang sama, sayembara menulis "Untuk Hati yang Pernah Singgah" intinya menceritakan tenteng mantan. Nah lo gitu enaknya penulis, mantan pun bisa dijadikan tulisan. 


Bentuk buku hasil sayembara di Penerbit Wahyu Qolbu


Alhamdulillah saya masuk dalam sepuluh orang yang beruntung, karya pun dibukukan. Yey yey yey! Norak norak bergembira dong saya. 

Setelah itu saya pun ikut Parade Lomba Menulis Penerbit Diva Press dan alhamdulillah menang lagi ye ye ye norak yang kedua kalianya. Dalam sayembara ini saya menulis cerpen tentang kasih sayang pada hewan peliharaan. 

Terakhir, saya ikut lomba menulis kisah based on true story di Penerbit Checklist, alhamdulillah berhasil berhasil berhasil... jadilah buku saya nongkrong di gramedia, judulnya : Percayalah Semua Akan berakhir Indah.


Ada sih beberapa teman yang nanya, gimana sih biar bisa menang lomba?
Oleh karena itu saya curhat nih di blog saya ini, bukan berarti saya udah pinter ya. Jauuuh banget, saya mah masih remahan rengginang di ujung toples nastar, masih harus banyak belajar.

Setidaknya ada 5 hal yang harus dilakukan penulis supaya dapat menang lomba versi saya tentunya :

1. Ikuti Aturannya

Maksudnya begini, jika dari panitia lomba bilang sayaratnya begini dan begitu, maka ya harus seperti itu. Tidak boleh tidak, apalagi nawar. Tipsnya adalah baca dengan seksama semua informasinya dan tuliskan lagi di agendamu. Ketentuannya plus deadlinenya kapan?
Ini wajib hukumnya, kan sayang jika karyamu bagus, tapi terganjal masalah kesalahan teknis doang.

2. Buat Outline

Nah ini perlu sekali. Pikirkan dulu tema dan outline yang akan dibuat. Lalu bikinlah oret-oretannya. Ini penting supaya nulisnya ntar lancar jaya.

3. Pikirkan cerita yang Unik

Maksudnya unik itu cerita tidak umum. Conyohnya untuk buku Me and My Pet, jika mungkin orang lain menceritakan peliharaan seperti kucing, anjing, burung, kelinci, dll maka saya menulis tentang hamster hehe... karena memang punyanya hamster doang sih itu juga udah mati huhuhu ....
(Waktu itu bleum punya si Rocky, kucing manisku)

Penampakan buku hasil lomba di Penerbit Diva Press


4. Kreatif dalam mengambil sudut pandang

Maksudnya adalah jika orang lain umumnya mengambil sudut pandang itu-itu saja, maka cobalah dari sudut pandang yang tak biasa. Contohnya, waktu lomba menulis based n true story penerbit Checklist tentang sesuatu yang dulu dianggap musibah ternyata itu takdir Allah paling indah, saya pikir saya perempuan, mungkin akan berbeda jika saya mengambil sudut pandang laki-laki. Maka jadilah saya menuliskan tentang seorang suami yang dulu begitu tidak menyukai istrinya karena berbagai sebab, namun akhirnya dia sadar bahwa perempuan tersebut adalah yang terbaik dari Allah.
(Jangan tanya itu cerita siapa ya)


Penampakan buku hasil lomba di penerbit Checklist

5. Jangan Mepet Deadline dan Self Editing

Big no banget nih mepet deadline. Sebisa mungkin ya menulis dengan santai, lalu diamkan beberapa hari dan perabaiki baik konten maupun cara penulisan. Self editing itu wajib hukumnya.  JIka memang penggemar deadline banget (udah mendarah daging), ya paling tidak udah nulis 3/4 sebelumnya, barulah benar-benar "berjuang" dengan deadline. Kalau nulis semua pas saat menjelang deadline saya sih kurang bisa menjamin ya. Tulisan buru-buru, pasti takkan sebaik dan semengalir jika ditulis santai.

Nah itu dia 5 tips sukses memenangkan loma berdasarkan pengalaman saya. Selain 5 hal tadi tentu saja teknis menulis harus sudah dikuasai ya, setidaknya baca kitab sakti para penulis, PUEBI/KBBI. Jika mau menambahkan silakan ya. Mohon maaf jika ada salah-salah kata. Semoga bermanfaat.

Jangan menyerah jika belum berhasil, coba lagi dan lagi. In sya Allah kamu akan mengetahui polanya dari pengalaman tersebut. 

Salam menulis!

Sabtu, 20 Mei 2017

Tips Mendidik Anak ala Umi Pipik Dian Irawati



Siapa yang tidak mengenal umi Pipik Dian Irawati? Istri mendiang Ustad Jefry Al-Buchori ini pada hari Sabtu 6 Mei 2017 bertandang ke Kota Mojokerto dalam rangka memenuhi undangan Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh salah satu SD islam di mojokerto. Bertempat di sebuah Mall, Umi Pipik bersama Mbak Cicik Tegal menyampaikan ilmu tentang mendidik anak.

Seperti sudah diketahui bersama, Umi Pipik adalah seorang single parent yang harus merawat keempat anak-anaknya sendirian semenjak kepergian suaminya. Dengan segala kekuatan yang Ia peroleh dari doa-doanya kepada Allah, beliau bisa melewati fase kesedihan itu. Nah, pada acara Tabligh Akbar tersebut beliau menyampaikan cara-cara mendidik dan mengasuh anak sesuai dengan ajaran Allah.

Umi pipik dalam urusan mendidik anaknya berguru dari seorang yang sangat shaleh. Yang diabadikan oleh Allah dalam satu surat Al-Quran, yaitu Q.S Al- Luqman. Seseorang yang bukan siapa-siapa tetapi Allah menjadikannya istimewa. Beliau adalah budak belian yang shaleh bernama Luqmanul Hakim. Luqmanul hakim dipilih Allah karena dianggap sangat patut untuk diteladani.
Itulah bukti bahwa Allah memilih hambanya tidak berdasarkan status sosial, jabatan, tampang atau lain-lainnya namun hanya berdasarkan keshalehan dan keimanan. Luqmanul Hakim bukan nabi atau pun orang terhormat lainnya namun beliau diistimewakan oleh Allah. Pola mendidik anak yang dicontohkan oleh Luqmanul Hakim adalah sebagai berikut :

1.  Kenalkan Allah Sejak Bayi di Dalam Kandungan
Bayi bisa mendengar sejak ditiupkan ruh ke dalam tubuhnya oleh Allah. Itu terjadi sekitar usia kandungan empat bulan. Oleh karena itu dianjurkan untuk para ibu untuk selalu berbicara kepada bayinya itu. Ketika mau melakukan suatu kebaikan apapun ajaklah dia. Misalnya mau shalat, katakan padanya, “ayo nak, kita shalat bersama,” begitu pun jika mau mengaji atau melakukan hal-hal baik lainnya lakukan hal yang sama.
Ketika anak sudah lahir dan berusaha mengeluarkan kata-kata pertama, ajarkan pertama kali menyebut nama ALLAH.

2.  Ajari Cara Menghormati Orang Tua
Hormat pada orang tua sangat diwajibkan dalam islam. Menghormati orang yang telah melahirkan dan merawat kita dengan sebaik-baiknya adalah sebuah keharusan. Cara terbaik yang harus dilakukan untuk memberi pelajaran hormat pada orang tua adalah dengan memberikan contoh kepada anak kita.

3.  Ajarkan Shalat
Ini yang paling penting, ajari anak shalat sedini mungkin. Berikan contoh, ajaklah anak ketika mau pergi shalat baik ke mesjid maupun di rumah. Ketika anak sudah terbiasa shalat maka harus terus disupport agar tetap semangat.

Umi pipik juga menekankan kepada para orang tua yang menghendaki anak-anaknya menjadi seorang penghapal Al-Quran, harus memberikan contoh. Artinya orang tua juga harus hapal Al-Quran seperti anaknya.


Itulah tips mendidik anak ala Umi Pipik Dian Irawati, seorang single parent yang sukses meneruskan misi suaminya dalam berdakwah sekaligus sukses dalam mendidik anak-anaknya menjadi anak yang shaleh.